White Noise : oleh alam dan lingkungan
Black Noise : oleh kesengajaan manusia Macam-macam White Noise
Thermal Noise
Thermal noise ini terdapat di semua media transmisi dan pada semua peralatan komunikasi. Disebabkan oleh panas elektron dalam konduktor (agitasi termal elektron), sehingga tidak dapat dihapus / dilenyapkan.
Thermal noise memiliki distribusi energi yang uniform pada spektrum frekuensi dan memiliki distribusi level yang normal (Gaussian). Thermal noise merupakan faktor penentu batas bawah sensitivitas sistem penerima.
Thermal noise tidak terlalu berpengaruh untuk transmiasi voice, tetapi akan sangat berpengaruh pada komunikasi data. Dalam komunikasi data impuls noise dapat membuat cacat sinyal yang diterima,sehingga data atau informasi yang dibawa dapat berubah artinya.
Cara untuk mereduksi thermal noise antara lain adalah:
1) Persempit bandwidth
2) Kurangi jumlah resistive element
3) Kurangi temperatur komponen elektron
4) Jauhkan media transmisi dari sumber noise
5) Memberi jacket pada kabel
Cross Talk
Cross Talk Ditimbulkan oleh kopel elektrik antara kabel yang diletakkan berdekatan, misalnya antara twisted pair / kabel coaxial yang membawa multiple sinyal,yang merupakan penghubung antar sinyal yang tidak diinginkan.
Bicara Silang (Cross Talk) akan semakin jelas atau bertambah apabila jarak yang ditempuh semakin jauh, sinyal yang ditransmisikan semakin kuat/besar atau semakin besar frekuensinya. Misalnya pada percakapan telepon mendengar suara lainnya, sinyal pemancar yang ditangkap antena.
Ada 3 (tiga) hal penting yang menyebabkan timbulnya crosstalk.Hal tersebut adalah :
- Electrical coupling diantara media transmisi, misalnya antara pasangan- pasangan kawat pada sistem komunikasi yang menggunakan kabel sebagai media transmisinya.
- Pengendalian yang kurang baik dari frekuensi respons misalnyadesign filter yang kurang baik.
- Non linearity pada analog multiplex system (FDM). Ada dua tipe crosstalk:
1. Intelligible crosstalk Bila crosstalk menyebabkan paling tidak ada empat kata yang dapat didengar (dari sumber yang tidak diinginkan) selama percakapan 7 detik
2. Unintelligible crosstalk Setiap bentuk gangguan akibat crosstalk lainnya Penyebab crosstalk antara lain: –Gandengan elektris antar media
–Pengendalian respon frekuensi yang buruk
–Ketidaklinieran mux analog
Melihat dari namanya maka crosstalk ini adalah suatu pembicaraan silang, akan tetapi yang sebenarnya crosstalk ini tidak saja hanya terbatas pada pembicaraan saja. Crosstalk ini dalam pengertian luas adalah merupakan suatu ketidak seimbangan sehingga suatu sinyal akan masuk ke dalam saluran sinyal yang lainnya, sehingga akan mempengaruhi sinyal asli yang dikirimkan. Jika crosstalk ini terdapat pada suatu hubungan komunikasi suara, maka gangguan ini dapat mengganggu pembicaraan yang sedang berlangsung. Akan tetapi jika crosstalk ini terdapat pada suatu hubungan komunikasi yang lainnya di luar suara, maka ini akan mempengaruhi sinyal yang diterima sehingga akan merusak sinyal yang diterima sedemikian rupa sampai merubah arti dari informasi yang dimaksudkan sebenarnya. Penanggulangan:
1. Beri jarak antar kabel
2. Pergunakan kabel terisolasi
• Intermodulation Noise
Apabila sinyal-sinyal dengan frequency berbeda bersamaan memakai medium transmisi yang sama, sehingga menghasilkan sinyal-sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau pengalian dari dua frekuensi asalnya.
Sebagai contoh sinyal dengan frekuensi f1 dan f2 maka akan mengganggu sinyal dengan frekuensi f1 dan f2, hal ini timbul karena ketidak linearan dari transmitter, receiver atau sistim transmisi. Intermodulation noise biasanya muncul akibat gejala intermodulasi.Bila kita melewatkan dua sinyal masing-masing dengan frekuensi misalkan f1 danf2 melalui suatu medium atau perangkat non-linier, maka akan dihasilkan frekuensi-frekuensi spurious yang berasal dari frekuensi harmonisa sinyal.Frekuensi-frekuensi spurious ini bisa terletak di dalam atau di luar pita frekuensi kerja yang diinginkan
Intermodulation Noise dapat timbul karena berbagai macam hal, antara lain:
–Level input terlalu tinggi sehingga perangkat berkerja daerah non-linier
–Kesalahan penalaan perangkat sehingga perangkat bekerja secara non-linier.
–Level setting yang tidak baik. Jika level dari input dari suatu peralatan terlalu tinggi, maka peralatan akan bekerja pada suatu daerah kerja yang non linier. Hal ini yang disebut sebagai over drive.
–Penempatan komponen yang kurang benar yang menyebabkan peralatan bekerja pada daerah kerja yang non linier
–Non linear envelope delay. Ketidaklineran sistem atau perangkat komunikasiyang menyebabkan terjadinya intermodulation noise dapat disebabkan karena:
– Ketidaktepatan pengaturan level
–Ketidaktepatan pengaturan titik kerja perangkat
–Non linier envelope delay
– Kerusakanperangkat Meskipun penyebab dari intermodulation noise ini berbeda dengan penyebab dari thermal noise, akan tetapi dampak serta bentuknya sama. Salah satu cara untuk menanggulangi intermodulation noise ini adalah dengan pengaturan penggunaan frekuensi. Penanggulangan: Pengaturan penggunaan frekuensi
• Impulse Noise
Sebab: Medan Listrik mengenai media transmisi
Penanggulangan:
1. Menjauhkan media transmisi dari medan listrik
2. Menaikkan SNR
3. Memasang Surge Protector
4. Menggunakan Kabel Terisolasi
Gangguan terhadap Saluran Transmisi Gangguan pada saluran transmisi dikenal dua golongan besar :
a. Random Derau Panas (thermal noise)
Gangguan yang disebabkan oleh pergerakan acak elektron bebas dalam rangkaian.
Derau Impuls (impuls noise) Gangguan yang disebabkan oleh tegangan listrik yang tingginya lebih dibandingkan tegangan rata – ratanya.
Gema (echo) Gangguan yang disebabkan oleh signal yang dipantulkan kembali sebagai akibat dari perubahan impedansi dalam sebuah rangkaian listrik.
Perubahan Phasa (Phase changer) Gangguan yang disebabkan oleh phase signal yang kadang-kadang berubah sebagai akibat dari impulse noise.
Derau Intermodulasi (intermodulation noise) Gangguan yang disebabkan oleh dua signal dari saluran berbeda (intermodulation) membentuk signal baru yang menduduki frekuensi signal lain.
Phase Jitter Gangguan yang disebabkan oleh jitter yang timbul oleh sistem pembawa yang dimultipleks dan menghasilkan perubahan frekuensi.
Fading Gangguan yang disebabkan oleh signal yang disalurkan mencapai penerima melalui berbagai jalur akibat dari kondisi atmosfir
b. Tak Random Redaman Gangguan yang disebabkan oleh tegangan suatu signal berkurang ketika melalui saluran transmisi sebagai akibat daya yang diserap oleh saluran transmisi yang tergantung frekuensi dam media transmisinya. Tundaan Gangguan yang disebabkan oleh signal dengan masing masing frekuensi yang tidak berjalan dengan dengan kecepatan yang sama hingga tiba dipenerima pada waktu yang berlainan
Model - Model Noise Noise dalam image dapat terjadi karena faktor-faktor seperti lingkungan danchannel pengiriman data. Noise pada bahasan disini adalah noise yang terjadi karena karakteristik dari derajat keabu-abuan (gray-level) atau dikarenakan adanya variabel acak yang terjadi karena karakteristik Fungsi Probabilitas Kepadatan (Probability Density Function (PDF)).
Beberapa noise yang terjadi karena PDF antara lain :
1.Gaussian Noise
2.Rayleigh Noise
3.Erlang (Gamma) Noise
4.Exponential Noise
5.Uniform Noise
6.Impulse (Salt-and-Pepper) Noise
Jika terdapat kasus sebuah gambar diberi 6 tipe Noise diatas, maka yang dapat dibedakan secara kasat mata hanyalah Impulse Noise. Tetapi secarahistogram, sebuah image yang telah diberi noise dapat dibedakan tipenya. Periodic Noise Tipe-tipe noise pada contoh diatas adalah noise yang bersifat spatial independent. Sedangkan pada bab ini juga dibahas noise yang bersifat spatial dependent, yaituPeriodic Noise. Noise tipe ini dapat terjadi (misalnya) karena adanya interferensi gelombang sinus saat pengambilan gambar.
Noise tipe ini dapat dikurangi dengan menggunakanFrequency Domain Filtering. Perkiraan Parameter Noise Parameter pada periodic noise biasanya didasarkan pada Fourier Spectrum. Perkiraan parameter ini dapat dilakukan dengan menghitung interferensi yang terjadi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengambil bagian pada gambarm xn. Selanjutnya dilakukan penghitungan untuk melihat nilai gray-level yang dibutuhkan untuk perhitungan mean dan variance
Setelah mean dan variance diketahui, kita dapat melakukan perhitungan lanjut untuk menentukan jenis noise nya. Jika tipenya adalah Gaussian maka kita tidak membutuhkan data yang lain. Jika tipenya adalah salt-and-pepper, yang dibutuhkan adalah seringnya kemunculan dari warna hitam dan putih
0 komentar:
Posting Komentar